• 14th January
    2013
  • 14
We make a living by what we get, but we make a life by what we give…
Sir Winston Leonard Spencer Churchill (1874-1965)
  • 10th January
    2013
  • 10
Embrace aging. It’s very simple. As you grow, you learn more. if you stayed at twenty-two, you’d always be as ignorant as you were at twenty-two. Aging is not just decay, you know. It’s growth. It’s more than the negative that you’re going to die, it’s also the positive that you understand you’re going to die, and that you live a better life because of it.
Mitch Albom, Tuesdays with Morrie (via satelindo)

(Source: myheartmemoirs, via satelindo)

  • 16th September
    2012
  • 16
Di mana seorang pengemudi mobil mengantuk? Bukan di jalan yang sulit dan sempit, melainkan di jalan yang mudah dan mulus.
Selamat Berkarya hal 78
  • 5th August
    2012
  • 05
Tanaman yang berakar kuat adalah tanaman yang justru sering ditimpa hujan, angin dan terik matahari. Bukan tanaman dalam rumah kaca yang terlindungi!
Selamat pagi, Tuhan
  • 1st August
    2012
  • 01
Mengapa sesuatu ada akhirnya? Supaya kita belajar menghargai. Sesuatu yang terus mnerus ada menjadi kurang bernilai. Justru karena ada akhirnya maka sesuatu menjadi bernilai. Lalu kita jadi menghargai, menyayangi dan mensyukuri. Itulah faedah menghitung hari.
Selamat Berpulih — Andar Ismail
  • 30th July
    2012
  • 30
Setiap kali Anda jatuh, cobalah untuk memungut sesuatu ..
Oswald Avery
  • 30th July
    2012
  • 30
Tuhan menghadiahkan Anda 86400 detik setiap hari. Apakah Anda sudah menggunakan 1 detik untuk berterima kasih kepadaNya?
Willaim A. Ward
  • 30th July
    2012
  • 30
  • 30th July
    2012
  • 30
Ujian tersulit dari sebuah hubungan adalah untuk tidak bersepakat namun tetap bergandengan tangan.
Alexandria Penney
  • 30th July
    2012
  • 30
Remember, failure is not a dirty word, quitting is a dirty word.
Operation Excellence (pg 173)
  • 14th July
    2012
  • 14

Kahlil Gibran (1883–1931), seorang filsuf pendidikan kristen Libanon yang menetap di Amerika mengibaratkan:
Orang tua sebagai busur.
Anak sebagai anak panah.
Tuhan sebagai Sang Pemanah.

Anakmu sebenarnya bukan milikmu.

Mereka adalah anak Sang Hidup
yang mendambakan hidup sendiri.

Memang mereka datang melalui kamu,
tetapi mereka bukan milikmu.

Engkau bisa memberi kasih sayang,
tapi engkau tidak bisa memberikan pendirianmu,
sebab mereka memiliki pendirian sendiri.

Engkau, dapat memberikan tempat pijak bagi raganya,
tapi tidak untuk jiwanya,
sebab jiwa mereka ada di masa depan yang tidak bisa engkau capai sekalipun dalam mimpi.

Engkau boleh berusaha mengikuti alam mereka,
tapi jangan harap mereka dapat mengikuti alammu,
sebab hidup tidaklah surut ke belakang, tidak pula terlambat di masa lalu.

Engkau adalah busur dari mana bagai anak panah,
kehidupan anakmu melesat ke masa depan.

Sang Pemanah maha tahu sasaran bidikan keabadian.
Dia merentangmu dengan kekuasaanNYA,
hingga anak panah itu melesat jauh serta cepat.

Meliuklah dengan sukacita dalam rentangan tangan Sang Pemanah,
sebab DIA mengasihi anak panah yang melesat laksana kilat,
sebagaimana pula dikasihiNYA busur yang mantap.


Hidup adalah ibarat proses pemanahan. Orangtua, guru, dan semua pendidik adalah busur. Anak dan murid adalah panah. Apakah panah itu akan mencapai titik sasaran dengan jitu? Janganlah hanya mempersalahkan Sang Pemanah jika sasarannya meleset. Sebab sepandai-pandainya Sang Pemanah, bagaimana mungkin panah itu mencapai sasaran jika busurnya retak atau anak panahnya bengkok?

Andar Ismail (Selamat Hidup Rukun! hal 124-125)
  • 14th July
    2012
  • 14
Di sini kita melihat betapa pentingnya pendidikan untuk orang dewasa. Kalau kita mau mendidik generasi muda, kita harus mulai dengan mendidik generasi orangtua. Sebab merekalah yang menjadi pendidik anak-anak mereka. Pendidikan Kristiani dimulai di rumah, dan itu berarti bahwa pendidikan Kristiani perlu dimulai dengan orangtua. Benarlah apa yang pernah dikatakan oleh R.A.Kartini dalam buku Habis Gelap Terbitlah Terang: “Pendidikan di Indonesia haruslah dimulai dengan pendidikan diri orangtua
Andar Ismail (Selamat Ribut Rukun! hal 90)
  • 28th June
    2012
  • 28
Too often we underestimate the power of a touch, a smile, a kind word, a listening ear, an honest compliment or the smallest act of caring, all of which have the potential to turn a life around.
Leo Buscaglia
  • 21st June
    2012
  • 21
Kekuatan sebuah pohon terletak pada akarnya dan bukan pada cabangnya.
Peribahasa Belanda…
  • 21st June
    2012
  • 21
Konsistensi berarti kita tetap melakukan sesuatu,terus melakukannya sampai benar-benar menyelesaikannya..
School of Life (hal 36)